INDONESIA MENULIS: Menjadi Bangsa Berbudaya Menulis

Rabu, 22 Februari 2012

Share this history on :
RASIONAL
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa yang diajarkan di semua jenjang pendidikan. Namunironisnya, kemampuan menulis justru menempati keberhasilan paling bawah dari keterampilan berbahasa lainnya.
Penyebabnya bermacam-macam antara lain karena lemahnya kesadaran pentingnya menulis, tidak tahu manfaat menulis,  terbatasnya mengakses informasi sehingga tidak tahu apa yang harus ditulis, lemahya penguasaan metode menulis, atau kurangnya dorongan untuk menulis. 
Untuk itulah perlu dilakukan upaya pemberdayaan secara sistemik dan sistematik yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan menulis bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mahasiswa, siswa, guru, dan/atau masyarakat melalui program INDONESIA MENULIS.
Alasan faktual yang mengedepan adalah rendahnya tingkat literasi (melek membaca dan menulis) di kalangan masyarakat/bangsa, termasuk guru, siswa, dan mahasiswa. Jumlah buku yang kita hasilkan sangat sedikit. Menurut International Publisher Association Kanada, Indonesia hanya mampu menerbitkan 5.000 judul/tahun, jauh lebih kecil dibanding Jepang 65.000 judul/tahun, Jerman 80.000 judul/tahun, dan Inggris 100.000 judul/tahun. Dari 250.000 sekolah di Indonesia hanya 5% yang memiliki perpustakaan. Masyarakat kita, termasuk guru, siswa dan mahasiswa, belum terbiasa menulis.
Rendahnya tingkat literasi itu akan menyebabkan daya saing rendah pula dalam persaingan global.  Sumber daya manusia kita tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika terserap ke dalam pasar kerja global pun, kebanyakan termasuk pekerja yang lebih menuntut keterampilan, bukan keahlian. Ini adalah akibat lemahnya minat dan kemampuan (membaca dan) menulis. Padahal, menurut Randall S. Hansen dan Katharine Hansen dalam artikel "The Importance of Good Writing Skills"kemampuan menulis (writing skills) merupakan tiket untuk meraih sukses akademis dan sukses karier.
Mengapa kita tidak memiliki budaya menulis? Alasannya meliputi: (1) Kurangnya pemahaman dan kesadaran bangsa tentang pentingnya budaya menulis itu sendiri; (2) Menulis adalah tingkat literasi tertinggi dalam berbahasa dan membutuhkan latihan yang serius; (3) Masih tingginya tingkat illiterasi di masyarakat; dan (4) Secara historis, budaya literer tidak banyak ditemui di masyarakat kita.
Lagi pula, sistem pendidikan di Indonesia masih belum berhasil membudayakan menulis. Penyebabnya antara lain: (1) Karena buruknya kurikulum menulis dan kurangnya pelatihan untuk menulis di kampus dan sekolah; (2) Kurangnya lembaga pelatihan menulis yang benar-benar professional; (3) Kurangnya SDM di bidang pelatihan menulis dan rendahnya kualitas pengetahuan dan ketrampilan guru bahasa; dan (4) Menulis belum dianggap sebagai sebuah profesi atau pekerjaan yang menjanjikan.
Itulah mengapa pemberdayaan kemampuan menulis dan publikasinya harus ditingkatkan, bahkan menjadi suatu kewajiban yang niscaya. Selain itu, guru juga wajib menulis karya ilmiah. Sebagaimana Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 16 tahun 2009, Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010, yang mengatur bahwa guru minimal dari golongan III/b yang akan naik pangkat ke jenjang lebih tinggi diwajibkan membuat karya tulis.
Itulah mengapa pemberdayaan kemampuan menulis dan publikasinya harus ditingkatkan, bahkan menjadi suatu kewajiban. Sebagaimana yang tertuang dalam surat edaran kebijakan Kementerian Pendidikan yang dituangkan dalam surat edaran no 152/E/T/2012 per 27 Januari 2012, bahwa mulai Agustus 2012 semua mahasiswa yang akan lulus (S1, S2, S3) wajib mempublikasikan karya tulisnya di jurnal ilmiah. Itu artinya, menulis akan menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa.
Selain itu, guru juga wajib menulis karya ilmiah. Sebagaimana Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 16 tahun 2009, Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010, yang mengatur bahwa guru minimal dari golongan III/b yang akan naik pangkat ke jenjang lebih tinggi diwajibkan membuat karya tulis.
Untuk itu pula kemampuan menulis sangat urgen dibudayakan di kalangan siswa, bahkan perlu dibina dan dikembangkan. Di samping akan menjadi bekal siswa sewaktu di perguruan tinggi kelak, kemampuan menulis juga secara langsung dapat dimanfaatkan siswa untu menerbitkan karyanya, baik berupa karya sastra, maupun dalam bentuk karya jurnalistik, artikel, esai, dan karya tulis lainnya.
Berdasarkan latar belakang di atas, dibutuhkan sebuah gerakan atau pemberdayaan besar untuk mengatasi masalah mendasar ini secara cepat. Harus ada sebuah upaya gerakan atau pemberdayaan secara sistemik, akademik dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya (membaca dan menulis pada masyarakat (siswa, guru, mahasiswa dan masyarakat umum).  Kita harus melakukan upaya serius untuk mengatasi masalah rendahnya budaya tulis ini dan berusaha untuk melatih keterampilan mereka melalui program INDONESIA MENULIS.

VISI-MISI INDONESIA MENULIS
Menjadikan sekolah dan kampus sebagai komunitas yang memiliki budaya menulis yang tinggi setara dengan sekolah (guru-siswa) dan kampus (mahasiswa) di negara maju dunia.
1.      Menjadikan masyarakat Indonesia (khususnya siswa, guru, mahasiswa, dan/atau masyarakat umum) memiliki BUDAYA MENULIS yang setara dengan penduduk di negara-negara maju.
2.      Menjadikan MENULIS sebagai kegiatan yang dilakukan secara rutin dan terstruktur oleh setiap komunitas guru, siswa, mahasiswa, dan/atau masyarakat umum  di seluruh Indonesia.
3.      Menjadikan MENULIS sebagai bagian dari kurikulum di sekolah dan di kampus di Indonesia dengan alokasi waktu khusus.
4.      Mendorong tumbuhnya upaya untuk menjadikan MENULIS sebagai profesi yang menjanjikan.

SASARAN PROGRAM
Program Indonesia Menulis memiliki sasaran sebagai berikut:
·         Guru, dalam hal ini akan diwujudkan dalam Komunitas Guru Menulis (KGM)
·         Siswa, dalam hal ini akan diwujudkan dalam Komunitas Siswa Menulis (KIM)
·         Mahasiswa, dalam hal ini akan diwujudkan dalam Komunitas Mahasiswa Menulis (KMM)
·         Masyarakat Umum dan profesional seperti sekretaris, humas perusahaan, dan lain-lain.

KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN
Peserta pelatihan dan pendampingan menulis diharapkan memiliki kompetensi berikut ini:
·         Mampu menulis karya ilmiah hasil penelitian
·         Mampu menulis karya ilmiah gagasan
·         Mampu menulis karya jurnalistik
·         Mampu menulis cerita fiksi
·         Mampu menulis puisi
·         Mampu menulis naskah drama

PROGRAM MENULIS YANG DISEDIAKAN
·         Penelitian Tindakan Kelas
·         Menulis Artikel dan Karya Ilmiah
·         Menulis Karya Jurnalistik
·         Menulis Cerpen
·         Menulis Puisi
·         Menulis Naskah Drama

MEKANISME PELATIHAN/PENDAMPINGAN
·         Program Indonesia Menulis akan melakukan kerja sama pelatihan bagi guru/siswa sekolah, mahasiswa/kampus, atau peserta profesional dan umum selama ± 36 jam, berikut pendampingan/monitoring yang diperlukan.
·         Program Indonesia Menulis dimulai dengan SEMINAR klasikal untuk kalangan guru, siswa,  mahasiswa, profesional dan umum untuk memberikan motivasi dan wawasan mengenai dunia tulis-menulis. Seminar ini sekaligus digunakan untuk ajang mencari bibit-bibit penulis.
·         Program Indonesia Menulis akan melakukan SELEKSI guru/siswa/mahasiswa/profesional/umum yang benar-benar berminat dan berbakat dalam menulis untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan khusus untuk menjadi penulis.

Dari jumlah guru/siswa/mahasiswa/profesional/umum yang tertarik akan diadakan seleksi sehingga terkumpul sebanyak masing minimal 25 guru/siswa/mahasiwa/profesional/umum  dan kelipatannya untuk dijadikan sebagai ‘Prospective Writers’ dengan mengikuti pelatihan selama 36 jam, dan pendampingan berkelanjutan, sesuai modul agar kemampuan menulis setiap anggota komunitas benar-benar optimal dan dapat  menjadi sebuah keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal untuk profesi di masa depan.
·         Peserta guru/siswa/mahasiswa/profesional/umum hasil seleksi akan diberi PELATIHAN (WORKSHOP) berbagai teknik untuk menulis dengan tugas-tugas yang menantang tapi menyenangkan, selama 20 jam berturut-turut.
·         Setelah itu, para peserta guru/siswa/mahasiswa/profesional/umum ini akan diberi tugas untuk mengirimkan sebuah hasil karya tulis mereka sesuai minat masing-masing dan diberi waktu untuk mengumpulkan karya terbaik mereka dalam  rentang PENDAMPINGAN ONLINE 16 jam yang ditetapkan. Dalam masa ini, konsultasi BISA dilakukan melalui email atau facebook/twitter yang disediakan. Jadi, PENDAMPINGAN/ MONITORING bisa langsung (face to face) ATAU pendampingan/monitoring lewat dunia maya (Email, Facebook, YM, Twitter, dll.)
·         Karya guru/siswa/mahasiswa/profesional/umum menulis ini akan diseleksi untuk dijadikan buku Kumpulan Karya Kreatif mereka  dan AKAN DITERBITKAN, serta DIPUBLIKASIKAN di media cetak dan jurnal online.
·         Peluncuran buku kumpulan karya guru/siswa/mahasiswa/profesional/umum akan dilakukan dengan sebuah acara yang meriah dengan mengundang peserta pelatihan tersebut, masyarakat umum, dan pejabat berkaitan. Dengan demikian, semua tahu bahwa mereka mampu menghasilkan karya kreatif yang membanggakan.
·         Hak cipta dan penerbitan akan menjadi milik Indonesia Menulis, atau masing-masing penulis, sesuai kesepakatan bersama.


METODE SUPER WRITING
Metode pelatihan dan pendampingan menulis yang diterapkan ala Indonesia Menulis disebut dengan istilah “Metode Super Writing”. Metode pelatihan ini merupakan gabungan sejumlah metode pelatihan yang telah diujicobakan di berbagai pelatihan. Di dalam pelatihan peserta dikondisikan secara kognitif dan psikologik agar mereka mampu mengoptimalkan penggalian ide, pemetaan pikiran, dan mengembangkannya secara intensif dan konstruktif.  Metode induktif ini memungkinkan peserta untuk mengalami lompatan perkembangan kemampuan dan keterampilan yang cepat, sehingga peserta dapat menuliskan gagasan yang semula sulit untuk keluar. Singkat kata, metode Super Writing ini, secara faktual, telah suskes diterapkan Indonesia Menulis dalam program pelatihannya, termasuk pelatihan dan pendampingan Jatim Menulis bagi 276 peserta (guru, siswa, dan mahasiswa) yang dihelat pada 24-26 Maret 2012, yang kemudian mampu menghasilkan 4 buku dan ratusan artikel karya ilmiah populer.


PROGRAM PENDUKUNG
Program-program untuk mendukung pelatihan dan pendampingan menulis meliputi:
·         LOMBA MENULIS
·         JUMPA PENULIS
·         BOOK EXPO
·         BLOGGING
·         KOMUNITAS GURU MENULIS
·         KOMUNITAS MAHASISWA MENULIS
·         KOMUNITAS SISWA MENULIS
·         KOMUNITAS-KOMUNITAS MENULIS LAIN
·         MEDIA KREATIF (CETAK/ONLINE)
·         LOMBA MENULIS
Lomba Menulis (Writing Contest) adalah program untuk meningkatkan motivasi peserta Program Indonesia Menulis dalam menulis. Kontes atau lomba yang akan dilakukan sebagai event rutin untuk menjaring banyak karya.

·         JUMPA PENULIS
Program ini dirancang untuk meningkatkan minat peserta Program Indonesia Menulis untuk menjadi penulis. Indonesia Menulis akan mendatangkan satu atau beberapa penulis buku tertentu untuk mengadakan acara ‘Jumpa Fans’ dan diskusi atau bedah buku tentang buku dari penulis tersebut.

·         BOOK EXPO
Book Expo adalah program pameran buku dari beberapa penerbit atau toko  buku yang bertujuan untuk mendorong perserta Program Indonesia Menulis dan komunitas untuk membeli dan membaca buku-buku terbitan baru ataupun lama dengan harga khusus. Pada saat itu diadakan juga stand khusus penjualan buku-buku bekas yang diperoleh dari sumbangan masyarakat dengan harga sangat murah

·         BLOGGING
Blogging (nge-blog) atau pembuatan blog dimaksudkan untuk membiasakan peserta Program Indonesia Menulis dalam menghasilkan karya tulis dan “memamerkan” di dunia maya. Selain itu, blogging memberikan dampak pencitraan yang dahsyat—dan sekaligus membangun jaringan (networking) yang kokoh.

·         KOMUNITAS GURU MENULIS
Pembentukan komunitas guru penulis di daerah tempat guru berada akan menjadi wadah dalam berkarya kreatif. Komunitas ini akan didampingi oleh penulis “sudah jadi” (senior). Nama komunitas bisa membawa nama Program Indonesia Menulis atau pilihan sendiri. Kegiatannya bisa meliputi: berbagi karya, diskusi, konsultasi, penerjemahan karya, dan sebagainya.

KOMUNITAS MAHA(SISWA)MENULIS
Pembentukan komunitas penulis muda di daerah tempat peserta Program Indonesia Menulis khususnya siswa/mahasiswa-- berada akan menjadi wadah dalam berkarya kreatif. Komunitas ini akan didampingi oleh penulis “sudah jadi” (senior). Nama komunitas diharapkan membawa nama Indonesia Menulis. Kegiatannya bisa meliputi: berbagi karya, diskusi, konsultasi, penerjemahan karya, dan sebagainya.

KOMUNITAS-KOMUNITAS MENULIS LAIN
Pembentukan komunitas-komunitas menulis yang lain akan dilakukan untuk mewadahi beragamnya peserta di luar komunitas sebelumnya.  Sangat boleh jadi akan terbentuk Komunitas Profesional Menulis, Komunitas Anak menulis, Komunitas Ibu-Ibu Menulis, dan sebagainya. Selain berfungsi sebagai wadah komunikasi, komunitas ini juga sebagai wadah berkreasi dan mengembangkan kemampuan anggotanya.

MEDIA KREATIF (CETAK/ONLINE)
Media kreatif adalah media (cetak/online) yang dikelola secara profesional dan yang digunakan untuk menampung karya peserta Program Indonesia Menulis yang sudah terseleksi. Media ini akan berskala provinsi dan (bahkan) nasional. Dengan media ini, peserta Program Indonesia Menulis membangun akar-akar eksistensinya dalam dunia menulis (kreatif).

PENGELOLAAN
Program Indonesia Menulis ini diorganisasikan oleh Mitra Kreasindo Abadi (MKA), yang didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Lembaga-lembaga  lain yang turut berpartisipasi.  Partisipasi lembaga-lembaga lain dalam menyukseskan program ini diharapkan semakin kuat dan luas, semenjak peristiwa fenomenal, yakni Pencanangan Jawa Timur Menulis oleh Gubernur Jawa Timur pada peringatan Hardiknas 2 Mei 2012.

PENDUKUNG PROGRAM
Program Indonesia Menulis ini didukung oleh lembaga dan individu sebagai berikut:
1.     Provinsi Jawa Timur (dengan pencanangan Jawa Timur Menulis)
2.     Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur
3.     Universitas Negeri Surabaya
4.     Sejumlah Alumni program S2/S3 perguruan tinggi Australia
5.     Sejumlah Alumni program S2/S3 perguruan tinggi Amerika
6.     Sejumlah Alumni program S2/S3 perguruan tinggi Inggris
7.Para penulis Indonesia yang tersebar di berbagai daerah.
TARGET OUTPUT dan OUTCOME

Target yang akan dicapai pada akhir program ini adalah sebagai berikut:
1. KUALITATIF
Program ini akan dimulai dengan Seminar  Indonesia Menulis dan dilanjutkan Pelatihan dan Pendampingan Menulis dalam berbagai bentuk karya tulis ilmiah, sastra, dan populer. Setelah pelaksanaan seminar, program akan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan secara intensif bagi siswa/guru/mahasiswa yang termasuk di dalam program pelatihan dan pendampingan. Tujuannya adalah terciptanya kebiasaan menulis sesuai dengan maksud diselenggarakannya program INDONESIA MENULIS ini secara konsisten, sistemik, dan berkelanjutan. Ke depan diharapkan tumbuh masyarakat yang berbudaya menulis.

2. KUANTITATIF
Keberhasilan program INDONESIA MENULIS dapat dilihat berdasarkan data dan laporan dari setiap kegiatan seminar maupun program intensif dengan target sebagai berikut:
      Menjadikan peserta Indonesis Menulis mampu dan aktif berkarya dalam bentuk tulisan di blog
      Peserta Indonesis Menulis aktif mengirimkan karyanya ke media khusus yang disediakan untuk dipublikasikan secara umum, berupa jurnal (cetak/online)
      Peserta aktif mengikuti lomba penulisan yang diselenggarakan oleh Indonesis Menulis maupun lembaga lain.
      Peserta Indonesis Menulis mampu menghasilkan buku yang berisi karya sendiri.


JADWAL PELAKSANAAN
Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan menulis untuk peserta dimulai setelah diadakan seleksi calon penulis siswa dan guru pasca pelaksanaan Seminar Indonesia Menulis. Hal ini tentu didasarkan pada kesepakatan antara pihak Indonesia Menulis dan lembaga/pihak pemesan.  Dengan demikian, jadwal dan tempat pelaksanaan kegiatan (sesuai angkatan atau batch seminar) akan ditetapkan kemudian.


BIAYA PELAKSANAAN
Biaya pelaksanaan pelatihan dan pendampingan menulis berdasarkan kesepakatan antara pihak Indonesia Menulis dan lembaga/pihak pemesan. Komponen-komponen biaya yang digunakan untuk pelaksanaan pelatihan dan pendampingan menulis sangat menentukan total biaya yang diperlukan untuk setiap angkatan (batch) program.
BENEFIT SPONSOR
Jika sponsor melakukan kerjasama dengan membantu pelaksanaan kegiatan Indonesia-Menulis, ia akan memperoleh keuntungan (benefit) sesuai besar-kecilnya bantuan yang diberikan. Adapun benefit yang dapat dipetik berkat kerjasama dengan Indonesia-Menulis dapat dipetakan sebagai berikut:
-          Pemasangan logo sponsor di setiap atribut kegiatan Indonesia Menulis
- Spanduk
-
Backdrop
- Baliho
- Flayer
- Blocknote, dan sejenisnya
-          Pemasangan logo sponsor  di website Indonesia Menulis
-          Penyebutan nama sponsor  dalam announcer setiap acara Indonesia Menulis
-          Penyebutan dan pemuatan logo sponsor dalam setiap iklan, advertorial, dan pemberitaan.***
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 komentar:

Poskan Komentar