Arsip Tulisan

Unjuk Karya Empat Buku Indonesia Menulis

Jumat, 20 April 2012

Dr. Harun M.Si., MM (Kadikbud Jatim) Achmad Wahju Ch dan Much Khoiri dengan empat buku karya peserta pelatihan Indonesia Menulis program kerja sama Dikbud Jatim dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam jumpa pers di kantor Dikbud Jatim (1/5).

SAYEMBARA MENULIS NOVEL DEWAN KESENIAN JAKARTA 2012

Sabtu, 07 April 2012

Untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel. Lewat sayembara ini DKJ berharap lahirnya novel-novel terbaik, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut.

Ketentuan Umum
·         Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk atau bukti identitas lainnya).
·         Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
·         Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya.
·         Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.
·         Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
·         Tema bebas.
·         Naskah adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan (sebagian atau seluruhnya).

Ketentuan Khusus
Panjang naskah minimal 150 halaman A4, spasi 1,5, Times New Roman ukuran 12.
Peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap pada lembar tersendiri, di luar naskah.
Empat salinan naskah yang diketik dan dijilid dikirim ke:
Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2012

Dewan Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta 10330

Batas akhir pengiriman naskah: 30 Agustus 2012 (cap pos atau diantar langsung).

Lain-lain
Para Pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2012 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada bulan Desember 2012.
Hak Cipta dan hak penerbitan naskah peserta sepenuhnya berada pada penulis.
Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
Pajak ditanggung pemenang.

Sayembara ini tertutup bagi anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2009-2012 dan keluarga inti Dewan Juri.

Dewan Juri terdiri dari kalangan sastrawan dan akademisi sastra.

Hadiah
Pemenang Utama : Rp. 20,000,000,-
Empat Unggulan : @ Rp.4,000,000,-
Maklumat ini juga bisa diakses di www.dkj.or.id


Menuju Jawa Timur Menulis

Jumat, 06 April 2012

Ardi WS - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
Demi membudayakan budaya tulis pada masyarakat, khususnya kalangan akademis di Jawa Timur, Diknas dan Dikbud Jawa Timur menggelar Workshop dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Jawa Timur Menulis dalam Bingkai Indonesia Menulis, selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (24-26/03) di Universitas Negeri Surabaya dan Hotel Utami Surabaya. Wokrshop diikuti perwakilan dari mahasiswa, guru dan siswa se-Jatim. 

Kegiatan dibuka di Hotel Utami Surabaya, dihadiri beberapa penulis antara lain sastrawan Prof Dr Budi Darma MA. Beliau menyampaikan, menulis adalah kreativitas, dalam keadaan masyarakat yang makin maju kreativitas dituntut dimana-mana. Ditambahkannya, seseorang belajar menulis belum tentu jadi penulis, namun kreativitasnya dapat digunakan sebagai penyelesaian masalah dalam masyarakat. Sementara Rektor Unesa, Prof Dr Muchlas Samani MPd yang hadir dalam acara pembukaan memaparkan, menulis itu menata nalar dan mengekspresikan pendapat. 

Pada hari pertama, peserta wokrshop mendapat materi dari Prof Dr Warsono MS (Pentingnya Menulis Ilmiah Bagi Mahasiswa, Guru dan Siswa). Dalam paparannya beliau mengatakan, sedikit orang yang bisa berbicara dengan baik, tetapi lebih sedikit orang yang bisa menulis, dan lebih sedikit lagi orang yang berbicara sebaik menulis.

Warsono manambahkan, menulis itu dahsyat karena tulisan mewakili penulisnya, tulisan melebihi usia penulisnya, tulisan menjadi cermin peradaban. Materi selanjutnya adalah ‘Motivasi Menulis dan Writers Block’, oleh Drs. Much. Khoiri, M.Si , yang dalam penyampaiannya menerangkan paragraph deskripsi, narasi, eksposisi, dan argumentasi. 

Materi terakhir hari pertama, yaitu ‘Wawasan Kebangsaan di Mata Mahasiswa, Guru, dan Siswa’ disampaikan oleh Dr. Suyatno, M.Pd. “Jika problem kebangsaan dibiarkan, maka Indonesia tinnggal kenangan” ungkap Suyatno. Materi inilah yang nantinya dikembangkan oleh para peserta worshop sebagai tema utama dalam karya ilmiah mereka. 

Hari kedua, para peserta worshop dibagi menjadi tiga kelas untuk dilatih secara lebih intensif dalam penulisan karya ilmiah. Dalam setiap kelas, terdapat dua tutor / fasilitator yang siap membantu peserta apabila menghadapi kesulitan dalam proses kreatif kepenulisannya. Dalam setiap kelas ini, nantinya akan dipilih karya terbaik, guna diterbitkan menjadi buku dan jurnal ilmiah yang diluncurkan saat hari pendidikan nasional 2 Mei mendatang. 

Kemudian pada hari ketiga, karya tulis para peserta yang telah dibuat di hari kedua direvisi dan dikonsultasikan kembali dengan cara mempresentasikan hasilnya. Setelah presentasi, karya tulis peserta dicetak sebagai draf awal. Tidak hanya berhenti sampai disini, revisi dan konsultasi terus dilakukan secara online selama sepekan hingga awal April, kemudian dikumpulkan sebagai draf final.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah para peserta diharapkan mampu menguasai artikel ilmiah populer tentang kebangsaan dan mampu menulis karya ilmiah, untuk kedepannya hasil dari pelatihan ini akan diterbitkan dalam bentuk buku dan jurnal ilmiah” ungkap ketua pelaksana, Drs.Much. Khoiri. (harian surya)

Pembukaan Pelatihan Jatim Menulis

Senin, 02 April 2012

Rektor Unesa Prof Muchlas Samani memyampaikan sambutan
sekaligus dukungannya atas terselenggaranya program 
Jawa Timur Menulis yang dibingkai dalam Indonesia Menulis.

Sekretaris Dikbud Jawa Timur Sutjipto mewakili Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Jatim menyambut gembira
terlaksananya Jatim menulis yang dilaksanakan di Hotel Utama
Surabaya, 24-26 Maret 2012. 

Guru Besar Unesa dan Sastrawan Prof Budi Darma turut berbagi
ilmu kepada peserta pelatihan menulis di Hotel Utami Surabaya.  

Para peserta yang terdiri atas guru, siswa dan mahasiswa antusias
mengikuti pelatihan menulis dalam program Jatim Menulis.
Acara ini diikuri 276 peserta dari seluruh Jawa Timur.

Kerahkan Ratusan Akademisi, Rancang Jatim Menulis

Minggu, 01 April 2012

SURABAYA – Minat menulis buku dan karya ilmiah di kalangan siswa, guru, dan mahasiswa masih rendah. Untuk itu, Dikbud Jatim dan Unesa membangkitkan semangat menulis di kalangan guru, siswa, dan mahasiswa dengan menyuburkan budaya menulis.

Tak tanggung-tanggung, dua lembaga tersebut mencanangkan Jatim Menulis. Sucipto sekretaris Dikbud Jatim, menjelaskan bahwa saat ini Jatim masih kekurangan penulis-penulis yang berkompeten. “Jatim Menulis harus diupayakan secepatnya,” tegasnya.

Dia menambahkan, saat ini motivasi untuk menulis di kalangan akedemisi masih sangat minim. Harapan Sucipto, guru, siswa, dan mahasiswa aktif menulis. “Nanti semua akademisi diwajibkan menulis di jurnal-jurnal ilmiah,” ungkap Sucipto.

Untuk mewujudkan program tersebut, Dikbud memotivasi guru, siswa, dan mahasiswa agar bisa menerbitkan buku. Sucipto menambahkan, Jatim harus bisa memulai program tersebut secepatnya sesuai dengan keputusan menteri pendidikan.

Rektor Unesa Muchlas Samani mendukung penuh program Jatim Menulis tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Muchlas mengadakan pelatihan penulisan karya tulis bagi guru, siswa, dan mahasiswa. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menunjang tercapainya program Jatim Menulis. Pelatihan tersebut melibatkan beberapa pakar di bidang penulisan. “Unesa akan mendukung tercapainya Jatim Menulis,” ungkap Muchlas.

Acara itu diikuti 276 peserta yang terdiri atas 100 guru, 100 siswa, dan 76 mahasiswa dari Jatim. Pelatihan mendatangkan beberapa fasilitator dalam bidang penulisan kreatif, jurnalistik, maupun ilmiah. Misalnya, Prof Budi Darma dari Unesa untuk tulisan ilmiah, Rukin Firda dari Jawa Pos untuk penulisan jurnalistik, dan Khoiri untuk penulisan kreatif. Setiap kelas akan diisi sekitar 25 hingga 30 peserta dengan dua pendamping. Tema yang diambil dalam pelatihan itu adalah nilai-nilai kebangsaan.

Pelatihan tersebut didanai bersama antara Dikbud Jatim dan Unesa. Nanti hasil karya berupa buku diperkenalkan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei.

Much Khoiri, ketua pelaksana mengatakan bahwa nanti ada empat buku yang diterbitkan dari seluruh peserta. Masing-masing buku akan memuat 12 karya tulis dari guru, siswa, dan mahasiswa. “Yang tidak terpilih akan terus mendapat penampingan,” ungkap Khoiri. (jawa pos)